Kamis, 04 Februari 2016

Tips Mengelola Bisnis

PILIH SEPAK BOLA ATAU TINJU??

Yang ngaku laki, biasanya suka olah raga ini. Tinju atau sepak bola. Minimal suka nontonnya lah biar jd pengamat. Mending, masak sukanya olah raga karambol, kan aneh.

DI ANTARA DUA PILIHAN

Untuk urusan bagaimana mengelola bisnis, setidaknya bisa dilihat 2 cara olahraga di atas.

1. Bertinju
Dalam bertinju, petinju siap bertarung. Siap memukul atau dipukul.

Petinju tidak pernah tahu, apa dia mnj pemenang ataukah kalah, hasil akhirnya penuh rahasia; di akhir pertandingan dan yurilah yg menentukan.

Karena itu, tugas petinju ya bertarung terus bahkan sampe klenger2 pun ttp harus bertarung. Petinju seakan tidak pernah tahu ukuran menang kalahnya. Syukur kalo menang, kalo kalah, apalagi KO, saakiit kan. Piye jal..


2. Sepak Bola
Sepak bola adalah olahraga tim. Ada pelatih, tim offisial, dan pemain. Target sepak bola adalah memasukkan GOL.

Maka racikan permainan cantik ala Pep Guardiola saat menangani Barca, tetap dianggap kalah oleh Inter di tangan Mourinho, meski dg gaya parkir bus, karena skor akhirnya 1:0 untuk Inter.

Sekali lagi krn dalam sepak bola target pemenangnya adalah banyaknya gol, bukan sekadar indahnya permainan.

DALAM BISNIS PILIH MANA

Mestinya kita pilih cara kedua, sepak bola. Dalam olah raga ini semunya terukur. Targetnya adalah GOL. Mau memasukkan berapa banyak golnya akan kelihatan. Gawangnya pun kelihatan.

Lantas, apa yg mesti kita kerjakan?
Setidaknya kita harus mendisiplinkan empat hal berikut.

1. Disiplinkan dalam GOL target usahanya.
Karena itu, seluruh tim harus tahu tujuan usaha, apalagi ownernya harus mengarahkan timnya gol yg harus diraih.

2. Disiplinkan CARA pencapaiannya.
Di sini setiap owner, personal, dr tiap2 usaha mgkn beda2 caranya. Entah bagaimana caranya, harus dilakukan. Jangan bikin alasan yg tidak perlu dan merasa gagal padahal masih banyak cara yg terbukti ampuh jika dilakukan.

3. Disiplinkan ANGKANYA.
Maka, mau tidak mau pengusaha harus punya laporan keuangan. Sehingga target angka yg ingin diraih jadi jelas. Terukur tidak cuma perkiraan. Berapa jumlah keuntungan or esarnya omset harus jelas terukur.

4. Disiplin untuk BERTANGGUNG JAWAB pada tiga hal di atas. Jika semua hal2 di atas dilakukan maka usaha akan berhasil.

Kalau begitu, kita makin tahu. Jangan sampai kita dlm menjalankan bisnis ala petinju yg asal pukul, tidak tahu hasilnya. Bahkan, saat usaha sudah dirasa maksimal, menguras banyak energi, menghabisakan ronde2 tahunan, ternyata KO. KO terhempas pukulan telak. oleh pesaing, dll yg sebenarnya bermula krn kegagalan kita membangun cara berbisnis yg benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar